WHAT'S NEW?
Loading...

Tembok Terpanjang di Dunia

Tembok Besar China merupakan salah satu ikon yang mendunia. Beginilah rasanya, melihat langsung tembok terpanjang di dunia itu.

Traveling ke China tidak sah bila tidak mampir ke Tembok Besar nya. Kenapa? Karena ini ikon utama negerinya panda yang katanya terpanjang di dunia dan tercatat sebagai 1 dari 7 keajaiban dunia. Telah di klaim sebagai bangunan terpanjang yang pernah di buat manusia, bukan berarti temboknya memiliki panjang terus menerus yang berkesinambungan. Tapi merupakan kumpulan tembok-tembok pendek yang mengikuti bentuk pegunungannya.

Tembok Terpanjang di Dunia



Total panjang keseluruhan 21196 KM membentang dari timur ke barat membelit naik turun di atas pegunungan, padang pasir, padang rumput, dataran tinggi bagai naga raksasa. Melintasi beberapa wilayah China dari Hushan sampai Jiayuguan Pass. Tembok Besar China dibangun sebagai benteng guna melindungi China beserta kekaisarannya dari serbuan kelompok nomaden dari negeri sekitarnya. Pertama di bangun pada abad 7 SM dan terus dibangun di beberapa dinasti berbeda.

Material yang digunakan pun berbeda di setiap periode. Ada yang dari tanah,batu,kayu,rumput,ranting,batu gunung,kerikil hingga pada Dinasti Ming(1368-1644) dimana batu bata diproduksi. Dengan campuran batu kapur dan beras ketan yang berfungsi sebagai semen untuk merekatkan batu bata.

Tembok Besar China telah berumur lebih dari 2700 tahun. Telah diakui sebagai salah satu prestasi arsitektur paling mengesankan di sepanjang  sejarah. Pada tahun 1987 UNESCO telah menetapkannya sebagai situs warisan dunia. Salah satu wilayah yang dilewati tembok besar adalah Beijing. Saya yang sedang berada di Beijing tidak melewatkan kesempatan. Di Bejing ada 4 area yang memiliki tembok besar : Badaling,Mutianyu,Simatai dan Jinshanling. Simatai dan Jinshanling tergolong masih alami dengan jejak-jejak liarnya. Tapi sayang di winter transport umum ke sana susah dan sering tutup untuk keselamatan pengunjung. Badaling dan Mutianyu adalah rebuilt.


Karena sudah pernah ke Mutianyu kali ini saya pilih Badaling. Diantara semua tembok besar yang ada yang paling terkenal dan ramai pengunjung adalah Badaling. Karena terpelihara dengan baik dengan anak tangga yang tidak terlalu curam dibanding yang lain,bahkan ada fasilitas kusus untuk manula dan orang cacat dan terlebih lagi terdekat dengan Beijing. Tanpa ragu-ragu saya pun segera bersiap setelah mengetahui jalur transport menuju lokasi.

Hawa dingin jam 10 pagi menyapa seketika saya keluar dari gedung apartemen teman saya. Suhunya sekitar -5 derajat celcius. Dengan jaket tebal dan sinar matahari ditambah dengan rasa excited untuk great wall mampu melawan udara dingin yang ada.

Hanya 5 menit kaki saya sudah berada di luar stasiun subway Anlilu. Sebelum masuk mampir dulu di toko kue untuk bekal sarapan di jalan. Harga makanan di China rata-rata 2 kalinya di Indo. Tapi dengan ukuran hampir 2 kali lipat juga. Jadi bisa dibilang lebih mahal sedikit. Memasuki stasiun langsung menuju mesin jual tiket otomatis.Tersedia layanan 2 Bahasa,Inggris dan Mandarin. Setelah memilih stasiun yang dituju yakni Jishuitan munculah harga tiket yang harus di bayar yakni 4 Yuan.

Mesin ini canggih karena bisa memberi kembalian,jadi tidak harus uang pas. Setelah uang masuk di mesin, kartu tiket mirip atm pun keluar dari mesin. Langkah selanjutnya menuju pintu screening. Tidak hanya tas dan bawaan, air minum juga di screening dengan alat kusus yang bisa mendeteksi apa ada zat berbahaya di dalamnya.

Bila alatnya rusak,kita diminta untuk minum sedikit sebagai bukti. Selanjutnya ke pintu masuk menuju subway. Dengan men-scan kartu tiket pada detektornya pintu akan terbuka otomatis. Kartu tiketnya jangan sampai hilang karena masih diperlukan untuk keluar stasiun. Mengikuti petunjuk arah saya berjalan menuju subway.

Terdapat dua jalur dengan arah berlawanan. Bila salah masuk subway bisa turun di stasiun selanjutnya untuk balik lagi dengan subway yang berbeda. Beruntung saya datang di jam yang tepat. Tidak terlalu ramai. Jam sibuk subway ada pada jam 6-8 pagi dan jam 5-7 sore dimana orang pergi dan pulang kerja.

Di jam tersebut orang-orang berjejalan di dalam subway dan berlalu lalang di stasiun. Tercatat Bejing Subway adalah yang tersibuk di dunia dengan rata-rata 10-13 juta penumpang per harinya. Dengan rute terpanjang kedua di dunia setelah Shanghai. Di dalam subway tersedia map yang mencantumkan seluruh stasiun yang akan dilewati subway tersebut dengan lampu indicator ketika subway melaju dan berhenti di setiap stasiunnya dan ada speaker otomatis dalam 2 bahasa yang memberitahukan.

Dengan kecepatan rata-rata 33-35km per jam. Untuk menuju stasiun Jishuitan dari Anlilu diperlukan 1 kali transfer (ganti subway sekali). Total jarak 9,4km dengan durasi sekitar 30 menit. Dalam stasiun subway ada beberapa pintu exit dengan arah berbeda. Untuk mempermudah dan mempercepat perjalanan harus sudah tahu di pintu mana akan keluar. Karena akan ke terminal Deshengmen saya keluar dari pintu B2. Keluar dari stasiun ada penanda arah dimana bus-bus berada. Ada banyak bus yang menawarkan trip ke Badaling.

Tapi saya tidak mau tertipu tetap mencari bus yang resmi yakni nomer 877. Setelah berjalan 10 menit belum juga ketemu, tampak tanda panah di mana terminal bus 877 di seberang jalan. Di winter bus 877 menuju Badaling beroperasi dari jam 6.30-12.30 sedangkan dari Badaling ke Deshengmen dari jam 11.00-16.30. Harga tiketnya 12 Yuan untuk satu trip. Waktu yang diperlukan 1 jam, non stop. Bus berhenti dekat dengan stasiun cable car.

Kalau mau naik cable car bisa beli tiketnya di loket. Harganya 100 Yuan untuk 1 trip dan 140 Yuan untuk 2 trip. Orang-orang yang satu bus dengan saya, memilih cable car. Tapi saya tidak,kurang afdol rasanya naik cable car dan saya ingin merasakan perjuangan para tentara 2000 tahun lalu. Ada beberapa kedai di sekitar parkiran bus. Saya isi perut dulu dengan 2 butir telur rebus,lumayan buat modal mendaki. Saya lanjutkan perjalanan menuju entrance dengan jalanan naik dan sepi, dalam 10 menit sudah sampai di loket tiket masuk.

Di winter(1 Nov-31 Mar) harganya 35 Yuan dan di musim lainnya 40 Yuan. Setelah mendapat tiketnya bergegas memasuki entrance. Dan memulai pendakian. Cuaca cerah dengan langit biru dan hangatnya mentari membuat pemandangan semakin.Kelokan tembok-tembok itu bagaikan naga yang menarik saya untuk menghampirinya. Beberapa kali bertemu dengan pengunjung manula dan berkursi roda.

Membuat saya semakin bersemangat. Pendakian terasa lebih nyaman dengan adanya pengangan tangan di kanan dan kiri. Karena ada beberapa bagian yang tidak ada anak tangganya dengan kemiringan 60 derajat. Kalau tidak hati-hati dari atas ke bawah bisa meluncur bebas. Untung belum turun salju dan es. Dan ada beberapa anak tangga yang kemiringannya hampir 90 derajat.

Selama mendaki saya terbayang suasana beribu tahun lalu. Tembok Besar ini menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah. Seperti ketika Kaisar Yuan menguasai Beijing dan seluruh China pada masa Dinasti Yuan (1271-1368). Dan pada saat Dinasti Ming (1368-1644) mempertahankan Beijing dari gangguan Mongolia Utara.

Tinggi temboknya 7-8 meter dan lebar 6 meter yang memungkinkan 5 kuda untuk berpacu atau 10 tentara berbaris sejajar. Aslinya total panjang tembok ada12 KM dengan 43 menara pengawas. Tapi hanya 4 KM dengan 19 menara pengawas yang dibuka untuk pengunjung. Menara pengawas dibangun untuk mengakomodasi tentara, mengirim pesan ,mengamati musuh dan menyimpan persediaan. Lubang yang ada di dinding berfungsi untuk menembakan panah dan mengawasi musuh. Badaling Great Wall telah menarik puluhan juta wisatawan asing dan local.

Lebih dari 370 pemimpin dan selebriti dunia telah mengunjunginya. Termasuk para mantan Presiden Amerika. Terdapat prasasti batu yang diukir dengan tulisan 'Dia yang belum pernah ke Tembok Besar bukanlah manusia sejati'. Rasa bangga luar biasa bisa berada di sini, terlebih lagi ini adalah salah satu impian terbesar saya.